Nara sumber : Charles
Bonar Sirait, S.E., MM.
Waktu : 09.00-10.30
Dalam
mendidik, para pendidik harus mempunyai kemampuan komunikasi yang baik dan
lancar. Mengapa komunikasi sangat perlu dipelajari? Karena dengan komunikasi
yang baik maka pesan (materi) yang disampaikan kepada peserta didik akan lebih
mudah dipahami sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai.
3 faktor utama
dalam komunikasi yaitu:
1.
Pengirim pesan
2.
Pesan
3.
Penerima pesan
Komunikasi
publik mempelajari:
1. Memahami
pola komunikasi sederhana
Menurut Kate
Ludeman, Ph.D & Eddie Erlandsor, "Memimpin pada dasarnya adalah
perkara mempengaruhi dan meyakinkan orang lain". Hal ini berarti bahwa
seorang guru harus mempunyai sifat kepemimpinan yang bagus. Guru harus mampu
memimpin peserta didik di dalam kelas yang berarti guru harus mampu menguasai
kelas sehingga peserta didik merasa senang dan tenang dalam mengikuti
pelajaran. Jika seorang guru tidak mempunyai sifat kepemimpinan yang baik maka proses
pembelajaran kurang berjalan dengan baik sehingga tujuan pembelajaran tidak
tercapai.
“ If You don’t believe in the messenger
(Leader), you don’t believe the message”.
-Jack Canfield, Author of “ The
success Principle”.
Jika kita tidak mempercayai pemateri
atau pendidik/ guru maka kita tidak akan percaya/ yakin dengan materi yang
disampaikan. Oleh karena itu, supaya peserta didik percaya/ yakin akan materi
yang disampaikan guru maka guru harus percaya diri dan menguasai materi yang
akan disampaikan tesebut
Beberapa sifat yang harus dimiliki
seorang pendidik yaitu:
a.
pendidik adalah pusat perhatian publik
b.
pendidik harus memiliki kemampuan menarik perhatian
c.
pendidik harus mampu membuat publik terjaga
2. Impactful communication
Dalam berkomunikasi harus memiliki
kekuatan untuk menimbulkan rasa simpati, rasa kecintaan dan rasa ingin berbagi.
Impactful synonim dengan:
1.
affecting, mempengaruhi
2.
emotional, emosi
3.
moving, bergerak aktif
4.
impressive , keren/ menakjubkan
5.
touching, sentuhan
3.
Persuasive communication
Hukum alam bawah
sadar sangat berpengaruh dalam mempersuasi dan mempengaruhi orang. Komunikasi
persuasif sangat diperlukan dalam komunikasi publik. Semakin banyak kita dapat
mempengaruhi orang lain maka komunikasi publik kita dapat dikatakan sangat
baik. Dalam dunia pendidikan, komuikasi persuasif sangat diperlukan untuk
mendidik siswa. komunikasi persuasif dapat digunakan untuk memotivasi siswa
dalam meningkatkan prestasi belajar.
4.
Personal branding
Menurut Hubert K.
Rampersaad, Personal branding merupakan suatu porses dimana seseorang dan
karirnya di-MEREK-kan sebagai satu brand. Brand artinya penyimbolan segala sesuatu
yang berhubungan dengan informasi mengenai suatu perusahaan, produk atau jasa
(sumber: wikipedia).
Berdasarkan kedua
pengertian di atas, personal branding dapat diartikan sebagai suatu proses
pencitraan diri untuk menaikkan pamor atau mempromosikan diri kita supaya
dikenal oleh publik. Semakin banyak dikenal publik maka kita akan lebih mudah
untuk menunjukkan kompetensi kita. Sama-sama berprofesi sebagai guru, jika
personal branding kita tinggi maka akan lebih dikenal atau disegani orang, jadi
dapat disimpulkan bahwa popular itu penting tapi lebih penting berpengaruh
karena berpengaruh artinya seseorang popular dan mempunyai kompetensi.
Jika kita
memutuskan personal branding maka berarti memutuskan menjadi seseorang yang
harus memilki tingkat komitmen yang tinggi, ketulusan dan emotional-spiritual
quetiont tinggi.
Beberapa contoh tokoh dan personal branding
diantaranya yaitu:
Demikian
resume dari kuliah umum “ Kiat Sukses Bagi Para Pendidik untuk Berkomunikasi
dengan Publik” yang disampaikan oleh nara sumber yang sangat terkenal di dunia
pertelevisian yaitu Charles Bonar Sirait, S.E., MM. Semoga sedikit berbagi ilmu
ini bermnfaat bagi pembaca. Tiada gading yang tak retak. Mohon kritik dan saran
di kolom komentar.
Komentar
Posting Komentar