PENTINGNYA KOMUNIKASI EFEKRIF BAGI SEORANG GURU

 

Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi sangat diperlukan untuk beraktivitas dan berinteraksi dengan orang lain. Contoh di lingkup keluarga, kita saling berkomunikasi dengan anggota keluarga yang lain, di sekolah kita berkomunikasi dengan bapak/ ibu guru, peserta didik, kepala sekolah, tata usaha dan lain-lain. Sebagai seorang guru, pesan (dalam hal ini materi) yang disampaikan kepada peserta didik harus efektif sehingga peserta didik dapat memahami materi dengan baik.

Komunikasi berasal dari kata communicare yang berarti membuat kesamaan atau untuk berbagi. Komunikasi berasal dari bahasa Latin Communicatus yang berarti berbagi atau menjadi milik bersama. Menurut KBBI, komunikasi diartikan sebagai upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan. Secara umum komunikasi merupakan proses transmisi pesan dari pengirim pesan (komunikator/sender) kepada penerima pesan (komunikan/receiver) melalui suatu media (medium/channel) baik langsung maupun tidak langsung. Hasil dari penyampaian pesan tersebut akan menimbulkan sebuah respon yang kemudian disebut dengan feedback atau sebuah tanggapan. Komponen komunikasi dua arah meliputi 5 komponen yaitu komunikator, pesan, channel (saluran/ media komunikasi), komunikan, dan feedback. Jika hanya komunikator dan pesan saja tanpa feedback dari komunikan maka dikatakan komunikasi satu arah.

Komunikator merupakan sumber informasi bagi komunikan. Keberhasilan penyampaian pesan  kepada komunikan tergantung pada kemampuan komunikator dalam menyampaikan pesan. Guru juga merupakan komunikator. Seorang guru harus yakin/ percaya diri karena jika tidak maka komunikan (peserta didik) tidak akan percaya akan materi yang disampaikan. Oleh karena itu, seorang komunikator harus memiliki kemampuan: komunikasi verbal (lisan dan tulisan), pemahaman substansi yang akan disampaikan, kredibilitas yang baik di hadapan audience atau komunikan, pemilihan media yang tepat, mengantisipasi gangguan yang timbul dan memberikan tanggapan yang diberikan komunikan.

Pesan merupakan elemen terpenting pada proses komunikasi yang berupa informasi yang akan dikirim oleh komunikator kepada komunikan. Pesan dapat disampaikan secara verbal (lisan dan tulisan) dan atau non verbal (melalui simbol-simbol), dilakukan secara langsung (face to face) melalui media atau saluran tertentu. Pesan yang disampaikan langsung terdiri dari pesan informatif, pesan persuasif dan pesan koersif. Komunikasi verbal dapat disampaikan lewat surat-menyurat, surat elektronik (email), chatting, karya tulis pada jurnal, media cetak dan atau media elektronik. Sedangkan komunikasi secara non verbal digunakan untuk mengeskpresikan perasaan dan emosi yang dtunjukkan dengan bahasa tubuh, ekspresi wajah, kontak mata dan lain-lain.

Media komunikasi (channel) merupakan saluran penyampaian pesan. Media komunikasi  dibagi menjadi dua kategori yaitu media komunikasi personal dan media komunikasi massa. Contoh media komunikasi personal yaitu telepon, aplikasi chatting (whasstapp, line, telegram, BBM). Sedangkan contoh komunikasi massa contohnya televisi, radio, facebook, radio, instagram, twitter dan youtube. Secara fisik media komunikasi dapat berbentuk cetak, visual, audio dan audio visual.

Penerima pesan (komunikan) adalah penerima pesan atau target yang ditentukan oleh komunikator untuk menerima pesan yang disampaikan. Agar pesan dari komunikator dapat diterima dengan baik maka komunikan harus mempunyai kecakapan dalam membaca, mendengar, dan mengolah pesan yang dibaca dan didengar dan sikap atau respon terhadap pesan yang disampaikan komunikator.

Efek pesan (feedback) merupakan respon atau dampak yang diberikan oleh komunikan terhadap pesan yang diterimanya bisa berupa perubahan pengetahuan, sikap atau perilaku.

Dalam kehidupan sehari-hari ada saja gangguan atau permasalahan yang terjadi. Begitu juga pada komunikasi juga terdapat gangguan atau noise yang mengganggu/ menghambat komunikasi.  Hambatan itu bisa terjadi karena pihak komunikator ataupun komunikan. Gangguan ada beberapa macam yaitu: noise fisik, noise fisiologis, noise psikologis, noise semantik.

Tujuan berkomunikasi adalah tersampaikannya pesan kepada komunikan dengan baik. Komunikan memahami apa yang disampaikan oleh komunikator sehingga komunikator dan komunikan memiliki pengertian yang sama terhadap pesan tersebut. Jika hal ini terjadi maka dapat dikatakan komunikasi sudah efektif. Menurut Jalaluddin, komunikasi dikatakan efektif jika ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya menimbulkan suatu tindakan yang positif.

Komunikasi efektif akan terjadi jika memenuhi 5 (lima) kaidah hukum REACH singkatan dari Respect, Emphaty, Audible, Clarity, Humble.  REACH artinya merengkuh atau meraih yang mencerminkan esensi komunikasi. Respect adalah sikap hormat dan saling menghargai, pada prinsipnya manusia ingin dihargai. Emphaty merupakan kemampuan menempatkan diri pada situasi dan kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Audible diartikan dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Clarity artinya kejelasan dari pesan yang disampaikan atau keterbukaan dan transparansi. Humble merupakan sikap rendah hari. Sikap ini terkait dengan membangun rasa menghargai. Selain itu 5 kaidah hukum di atas, komunikasi efektif  harus memenuhi 7 Cs yaitu clear (jelas), concise (ringkas, padat), concrete (konkrit), correct (benar), coherent (coheren), complete (lengkap) and courteous (santun).  Seorang guru harus memiliki kemampuan berbicara yang efektif dan menarik ketika melaksanakan pembelajaran di kelas bersama peserta didik sehingga peserta didik dapat memahami materi yang disampaikan oleh guru. Begitupun jika berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan sesama rekan kerja maupun komunitas MGMP. Untuk berkomunikasi Selain itu, perlu juga diperhatikan tips menjadi pembicara yang efektif dan menarik yaitu: percaya diri dan antusias, interaktif, reflektif dan manajemen waktu. Jika tips ini diterapkan maka guru akan membuat peserta didik menjadi lebih antusias terhadap proses belajar mengajar sehingga meningkatkan kualitas belajar peserta didik.

Komentar