VLOG UTAMA: Model Pembelajaran Flipped Classroom dengan Memanfaatkan Laboratorium Maya.

 




Di vlog saya, tema yang saya ambil adalah memanfaatkan rumah belajar untuk pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan model Flipped Classroom. Kegiatan ini saya tulis di blog saya dengan judul “Kolaborasi maut anatara Google Classroom dan Rumah Belajar dalam pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan model Flipped Classroom

Di masa pandemi COVID 19 menyebabkan semua aktifitas dikerjakan dari rumah. Begitu juga kegiatan pembelajaran, peserta didik belajar dari rumah (BDR) atau dapat dikatakan pembelajaran jarak jauh. Peserta didik dapat belajar asyik dan menyenangkan dengan portal rumah belajar. Di rumah belajar peserta didik dapat memanfaatkan semua fitur yang ada di portal rumah belajar mulai dari sumber belajar untuk mencari materi belajar, laboratorium maya untuk praktik secara virtual, kelas maya sebagai Learning Management System yang dapat dimanfaatkan untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) serta bank soal untuk mendalami materi dengan latihan soal baik soal ulangan, formatif ataupun ujian. Selain itu peserta didik juga dapat memanfaatkan fitur pendukung diantaranya peta budaya yang dapat dimanfaatkan untuk materi sejarah atau IPS, wahana jelajah angkasa untuk memahami materi geografi atau IPS serta edugame untuk belajar asyik dan menyenanglan.

Dalam pembelajaran jarak jauh ini saya menggunakan kolaborasi antara Google Classroom dan Rumah Belajar. Mengapa saya menggunakan Google Clasrroom? Saya menggunakan Google Classroom karena supaya proses pembelajaran peserta didik terpusat di kelasnya masing-masing sehingga lebih mudah untuk mengontrol aktifitas peserta didik, mulai dari materi yang perlu dipelajari, tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik maupun penilaian. Jadi di Google Classroom ini saya membuat beberapa topik yang terdiri dari topik Kehadiran Siswa, Materi, Diskusi,Tugas dan Penilaian. Semua materi pelajaran diupload di Topik Materi, setiap tugas diupload di Topik Tugas, Diskusi digunakan untuk diskusi antar peserta didik dan peserta didik dengan guru, Tugas berisi tugas yang yang harus dikerjakan oleh peserta didik, sedangkan Topik Penilaian digunakan guru untuk melakukan evaluasi pembelajaran terhadap peserta didik.

Mungkin bapak/ ibu guru hebat bertanya-tanya dimana letak kolaborasi mautnya? Saya mengatakan kolaborasi maut karena diibaratkan Google Classroom sebagai rumah kita tinggal sedangkan rumah belajar adalah perabotan yang mengisi rumah kita. Tanpa perabotan dalam rumah, kita tidak akan dapat melakukan aktifitas sehari-hari dengan mudah dan lancar. Begitupun dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh, Google Classroom sebagai tempat atau kelas kita mengajar sedangkan rumah belajar sebagai materi, tugas dan evaluasi. Maksudnya, semua topik yang ada di Google Classroom berisi fitur-fitur rumah belajar. Misalkan saja untuk topik materi, di dalam topik ini guru dapat mengupload materi yang akan diberikan dengan peserta didik dengan memasukkan link sumber belajar, BSE, atau sumber belajar lainnya ke dalam Google Classroom. Untuk topik tugas, guru dapat mengupload tugas yang penyelesainnya dapat memanfaatkan laboratoroum maya atau bank soal dengan mencatumkan link di topik tugas. Begitu juga untuk melakukan penilaian atau evaluasi pembelajarn, pesertad didik dapat melihat link bank soal yang dishare bapak/ ibu guru di topik penilaian.

Sedangkan model pembelajaran yang saya gunakan adalah model pembelajaran Flipped Classroom. Flipped Clasrroom atau disebut juga dengan pembelajaran kelas terbalik.  Model Flipped Classroom merupakan aktifitas pembelajaran yang biasanya diselesaikan di kelas sekarang dapat diselesaiakan di rumah, dan aktifitas pembelajaran yang biasanya dikerjakan di rumah sekarang dapat diselesaiakan di kelas (Bergmam & Sams, 2012). Peserta didik membaca materi atau melihat tayangan video pembelajaran yang ada di Topik Materi dari Google Classroom yang diambilkan dari sumber belajar atau BSE portal rumah belajar. Hal ini dilakukan sebelum mereka datang ke kelas dan mereka memulai berdiskusi, bertukar pengetahuan, menyelesaikan masalah, dengan bantuan peserta didik lain atau bapak/ ibu guru pengajar, melatih peserta didik mengembangkan kefasihan prosedural jika diperlukan. Berhubung peserta didik harus belajar dari rumah maka peserta didik tidak datang ke kelas di sekolahan mereka melainkan kelasnya adalah kelas maya yaitu di Google Classroom.

Prosedur pembelajaran Flipped Classroom dapat dilihat pada gambar berikut ini:

 

Dengan memanfaatkan Model Flipped Classroom ini, guru dapat melakukan inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan TIK dengan sambungan internet terbatas, salah satunya dengan memanfaatkan rumah belajar.

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang mengkolaborasikan google calssroom dengan rumah belajar yang menggunkan model pembelajaran Flipped Classroom yaitu sebagai berikut:

1.       Pendahuluan

a.       Guru menyapa peserta didik di forum diskusi dari google classroom atau di grup WA.

b.      Guru mengajak peserta didik untuk berdoa sebelum melakukan aktifitas pembelajaran, bisa dilakukan di grup WA, forum diskusi Google Classroom ataupun vicon WA dengan perwakilan beberapa peserta didik.

c.       Selanjutnay peserta didik diminta untuk mengisi kehadiran di topik kehadiran siswa 


2.       Peserta didik belajar mandiri dengan membaca dan menyimak video pembelajaran yang diberikan guru di topik Materi dari Google Classroom. Materi yang diupload diambil dari sumber belajar, BSE, TV-Edukasi atau sumber lainnya dari portla rumah belajar.


3.       Peserta didik mencatat hal-hal yang belum dipahami dan menanyakan  di forum diskusi dari Goole Classroom

4.       Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan guru di Topik Tugas pada Google Classroom. Untuk mengerjakan tugas, guru menyarankan peserta didik untuk memanfaatkan rumah belajar. Kali ini memanfaatkan laboratorium maya untuk menggambar grafik fungsi kuadrat.

 

5.       Peserta didik mengirimkan hasil pengamatan atau mengumpulkan hasil kerjaan tugas di topik tugas dari Google Classroom, di topik tugas ini guru dapat mengetahui perkembangan peserta didik yang sudah mengumpulkan tugas ataupun yang belum mengumpulkan. Selain itu guru juga dapat melakukan penilaian secara langsung di topik tugas tersebut. Hal ini angat meringankan pekerjaan guru yang biasanya berkutat dengan kertas. Hasil tugas peserta didik dapat dilihat di https://drive.google.com/file/d/1wOtH7x3Hb3GY4A2AUyC9B1YOZFVjXhPw/view?usp=sharing

6.       Perwakilan peserta didik mempresentasikan hasil kerjaannya melalui video yamg dikirimkan di Google Classroom.

7.       Peserta didik mengerjakan evaluasi pembelajaran yan bertujuan untuk mengetahu tingkat pemahaman peserta didik tentang materi yang dipelajari. Evaluasi ini dapat dilihat di topik Penilaian dari Google Classroom. Soal evaluasi ini diambil dari bank soal dengan cara mengupload link bank soal di topik penilaian.

Untuk mengetahui lebih jelas tentang model pembelajaran Flipped Classroom dapat dilihat tayangan video https://www.youtube.com/watch?v=wupkl6JAEbw&feature=youtu.be. Sedangkan testimoni tentang rumah belajar dapat dilihat di...

Demikian tadi penjelasan tentang kolaborasi maut Google Classroom dan Rumah Belajar dengan menggukan model pembelajaran Flipped Classsroom. Semoga bermanfaat bagi guru dalam mencerdaskan anak bangsa. didiklah anak sesuai zamannya. Di era revolusi 4.0 ini manfaaatkan rumah belajar untuk belajar dari rumah. Dengan rumah belajar dapat belajar dimana saja, kapan saja dengan siapa saja. Merdeka belajarnya, rumah belajar portalnya, maju Indonesia.


Vlog Utama Model Pembelajaran Flipped Class  dapat diunduh di  VLOG UTAMA

 

 

#merdeka belajar
#NadiemMakarim
#pembatik2020
#pembatiklevel4
#pembatiklevel4jatim
#dutarumahbelajar
#rumahbelajar
#pusdatinkemdikbud

 

Komentar